|
Kolom -
Usul Asal Usil
|
|
Sabtu, 05 Juli 2008 |
Pemerintah berencana melakukan pembatasan jam siaran televisi dan operasional industri. Langkah itu diambil menyusul berkurangnya pasokan listrik dan upaya penghematan energi. Siaran televisi kemungkinan dibatasi sampai pukul 24.00 WIB demikian pula dengan operasional pusat perbelanjaan dan lain-lain. Lho, pemerintah baru sekarang merasa kurang? jadi yang sudah bertahun-tahun merasakannya, tidak dianggap sebagai sebuah masalah? jadi bingung...
|
|
|
Kolom -
Sudut lain
|
|
Jumat, 04 Juli 2008 |
Sejak hari Senin (30 Juni) berada di Malang, ada yang membuatku baru sadar dan mengalami sendiri. Ternyata di Malang juga tengah bergiliran pemadaman listrik. Sejumlah kawasan mendapat giliran pemadaman listik. Padahal dulu, selama tinggal di Malang selama 7 tahun, kalau tidak salah ingat, hanya pernah sekali mengalami pemadaman listrik, dan sekarang bergiliran. Horeeeeeeee....Lha, kok malah teriak hore? ya iya dong.... jujur aku merasa lebih ada keadilan. Jangan cuma wilayah kalselteng yang SELAMA BEBERAPA TAHUN ini selalu konsisten mendapatkan pemadaman bergilir setiap tahunnya. (inilah salah satu konsistensi PLN wilayah Kalselteng). Aku pribadi sudah habis kata untuk soal ini, malah dalam satu kesempatan yang kebetulan disiarkan ke wilayah Kalsel dan sebagian Kalteng beberapa tahun yang lalu, aku hanya bisa berucap... " Saya tidak heran kalau PLN di sini kacau dan tidak tertib, yang saya heran justru kalau bisa tertib dan lancar..." Mudahan dengan kejadian ini membuat banyak orang sadar, kalau Indonesia itu memang luas. Tahu dan sadar, bukan sekedar tahu, tapi tidak sadar. Jadi kawan, kau yang sore ini tadi mengeluh luar biasa soal ini, sudahlah... jangan cengeng. Belajarlah dari kami yang sudah terbiasa dengan hal ini... Malang, 3 Juli 2008
|
|
|
Kolom -
Personal
|
|
Rabu, 02 Juli 2008 |
|
Non...
Selamat atas kelahiran putera keduamu.
Semoga ia tumbuh menjadi seseorang yang diwarnai sifat-sifat sebagaimana aku mengenalmu, bahkan harus lebih baik dari itu, harus bisa lebih baik. Aku mengenalmu, aku yakin kau mampu melakukan itu.
Ini doa dari seorang kawan...
Sekalipun hari ini kita semua bertemu, namun tetap ingin kusampaikan salamku untuk seluruh keluargamu...
Malang, 2 Juli 2008

|
|
|
Kolom -
Sudut lain
|
|
Senin, 30 Juni 2008 |
|
Euro 2008 sudah resmi berakhir beberapa jam yang lalu. Spanyol menjadi jawara kali ini. Banyak momen tercipta, banyak suka cita dan air mata duka tertumpah. Gempita tidak hanya ada di negara penyelenggara namun juga di ragam belahan dunia lainnya. Akibat euro ini, sambil menyiapkan seporsi mie goreng + orak-arik telur di dapur pada paruh pertandingan, aku teringat pada permainan sepak bola pertamaku.
Bukan PS. Rajawali Muda, sebuah klub tempat bernaungku pada kisaran tahun 1987-1988 yang membuatku terkenang. Bukan kepala Om Basuki (sang pelatih) nan botak itu yang membuatku tersenyum sendirian. Tak pula posisi mendadak sebagai winger kanan yang harus berlari kencang lalu menusuk jantung pertahanan lawan yang membuatku sesak. Tapi sungguh, permainan sepak bola pertamaku membuatku sesak nafas.
|
|
♣ ... jika berkenan, masih ada lanjutannya...
|
|
|
Kolom -
Sudut lain
|
|
Senin, 30 Juni 2008 |
|
Lelaki itu masih muda, masih belasan tebakanku, datang bersama bapaknya. Malam itu (tadi malam), aku tengah duduk sendirian di pelataran parkir salah satu pusat orang jualan di Simpang Empat Banjarbaru. Soal nangkring ini kadang memang sekedar menyambung silaturahmi dengan kelakukan dulu, yang cukup hobi duduk sendirian dari sore hari sampai jam 10 malam di alun-alun Kota Malang, atau juga tidur lelap di trotoar jalan pinggir sungai seberang Sabilal Muhtadin. Lelaki itu sibuk diantara jejeran sepeda motor yang terparkir.
|
|
♣ ... jika berkenan, masih ada lanjutannya...
|
|
|
| kisah Pakacil sebelumnya |
|